Curug Gentong: Gemericik AirTerjun di Ruang Kerja


Bosan dengan rutinitas kerja? Ingin sejenak menikmati jernihnya sungai dan gemericik air yang mengalir? Tak perlu pergi jauh-jauh ke pegunungan. Dengan Curug Gentong, panorama pegunungan dan merdunya aliran sungai bisa hadir langsung di ruang keluarga atau ruang kerja Anda

Berawal dari kecintaan terhadap alam, Ritta Aprianti dan suaminya Rery Enrico yang akrab dipanggil Rico mulai mencari cara agar pemandangan alam yang asri dapat dinikmati tanpa harus bepergian jauh. Mereka mulai dengan mengolah berbagai benda di sekitar mereka untuk menciptakan hiasan rumah bernuansa alam. Akhirnya dengan memanfaatkan gentong sebagai medium, mereka menciptakan hiasan bernuansa alam pegunungan lengkap dengan air yang mengalir.

Ritta dan Rico memang penggemar panorama alam sehingga menciptakan hiasan ini lebih merupakan hobi bagi mereka. “Awalnya memang cuma hobi, kemudian kami bikin inovasi, membuat sesuatu dengan nuansa air,” ujar Ritta. Mereka memilih nuansa air karena menurut mereka banyak pihak yang tertarik. “Kalau orang rekreasi kan suka cari nuansa air, misal pergi ke pantai, kalau ke gunung carinya kali atau air terjun, pokoknya air yang mengalir ternyata sangat disuka. Maka kami membuat ini,” tambahnya.

Rita menambahkan, sebelumnya mereka mencoba berbagai wadah yang memiliki cekungan. “Awalnya pakai kaleng bekas. Kami memulai dengan mencoba wadah-wadah cekung,”. Setelah berganti-ganti wadah, bahan gerabah berbentuk gentong dirasa sebagai medium yang paling cocok karena tahan lama dan relatif mudah dibentuk.

Butuh Ketelitian dan Ketekunan
Suami istri ini memulai usaha sejak tahun 2003. Untuk membuat hiasan panorama alam, sebuah gentong harus dilubangi terlebih dahulu. Setelah itu, bagian dalam gentong dilapisi agar lebih kuat. Selanjutnya, dinding bagian dalam gentong mulai dihiasi lukisan pemandangan alam atau langit.

Setelah gentong siap, miniatur berupa perbukitan, saung, dan air terjun mini bisa mulai disusun di dalam gentong. Pembuatan hiasan ini memang memerlukan ketelitian dan ketekunan. Karena alasan tersebut, mereka hanya akan melatih orang yang sungguh-sungguh berminat menekuni bidang ini. Bahkan untuk aliran air serta lampu, Ritta dan suaminya memasang sendiri alatnya. “Biar lebih pas,” ujar Ritta. Hasilnya akhirnya adalah sebuah panorama pegunungan nan asri lengkap dengan air terjun yang mengalir jernih.

Ritta dan suaminya menjual hiasan ini dibawah nama Curug Gentong. Sampai saat ini, Curug Gentong mempekerjakan empat orang pengrajin dan telah memiliki dua cabang, satu di Cianjur dan satu lagi di Cengkareng dengan nama Panorama Aer. Karya yang dihasilkan rata-rata 40 buah per bulan. Menurut Ritta, hal ini tergantung permintaan. “Sekarang kondisi masyarakat sedang susah. Satu bulan, 2004 lalu, bisa hasilkan 50-100 gentong,” ujar Ritta.

Hiasan ini dijual dengan variasi harga mulai dari Rp60.000-Rp800.000 per hiasan, tergantung kualitas gentong dan kerumitan pembuatannya. Dalam satu bulan, penghasilan mereka rata-rata mencapai Rp3 juta rupiah.

Meluaskan Usaha
Ritta menyadari bahwa dalam berwirausaha, dia harus begerak cepat. Untuk itu, ibu dua anak ini telah mendaftarkan Curug Gentong ke Depdag (Departemen Perdagangan) dan ia tergabung dalam WarBis (Warung Bisnis) yang dikelola oleh Depdag. Di forum ini, Ritta mendapatkan info bisnis, kemitraan, serta pelatihan usaha dari Departemen Koperasi pusat. “Tiap bulan ada pertemuan, ada pelatihan manajemen, bayar per tahun cuma Rp2.000,” tambah Ritta.

Untuk mendapatkan modal, Ritta pernah mengajukan ke Bank Mandiri. Namun karena banyaknya potongan biaya, ia enggan mengajukan kembali. Pemda kawasan Depok tempatnya tinggalnya sekarang juga menyediakan dana bergulir untuk pengembangan UKM yang disalurkan melalui koperasi. Namun ia juga enggan mengajukan karena menurutnya persyaratan koperasi terlalu ribet. Selain itu, terdapat isu bahwa dana bergulir untuk UKM ternyata lebih banyak diberikan kepada mereka yang dekat dengan staff koperasi.

Ritta sendiri lebih berharap dapat menjalin kemitraan dengan BUMN. “Sedang ada usaha untuk bangun kemitraan dengan Telkomsel. Tapi sayangnya mereka lagi tutup buku,” tambah Ritta. Saat ini, ia sedang sibuk mengembangkan gaya baru agar hiasan dapat diletakkan di dinding. Sebab, belakangan mereka mendapatkan pesanan dari Malaysia. Mereka juga akan menggunakan keramik sebagai medium. “Nanti keramiknya akan diberikan lubang yang bentuknya lebih natural, biar kelihatan pecah seolah ditonjok,” kata Rico.

27 thoughts on “Curug Gentong: Gemericik AirTerjun di Ruang Kerja

  1. Saya berminat untuk belajar serius, gimana ya cara belajar di tempat anda ? Mohon Informasi alamat dan persyaratan pelatihannya…

  2. Saya berminat untuk belajar serius, gimana ya cara belajar di tempat anda ? Mohon Informasi alamat dan persyaratan pelatihannya…

  3. Hal yang sama dengan peminat yang lain, mohon kiranya ibu dapat memberikan informasi atau petunjuk teknis kepada saya, karena domisili saya jauh di bandung, terimakasih

  4. Ini Yg Sy CaRi Mba,,,

    Sy SuKa BgT DgN SuArA GeMeRiCiK AiR ApAlAgI Di TaMbAh DgN PeMaNdAnGaN Yg InDaH…

    WaH TeRkEsAn KyK BeNeR BeNeR PeDeSaAn BgT!!!

    HeHeHe.. WlW CuMa Di GeNtOnG SeCh..

    Sy PaStI BeLi..

  5. Saya melihat di acara televisi ttg curug gentong dan Saya berminat ingin membeli, tetapi alamat penjualan tidak ada di acara tv tsb.informasi dari tv hanya di daerah depok-jabar.
    Saya mohon informasi ttg alamatnya….terima kasih

  6. saya di bengkulu ingin membuka usaha curug gentong gimana caranya^_^
    saya lihat di tv dan dengar sdh ada cabang di palembang apa iya dan di mana alamatnya

  7. saya pengen lbh tau lg bgaimana cra pembuatan curug gentong tersbut..!

    saya mlihat di TV …
    saya langsng tertarik untuk mempelajarinya…
    kira-kira untuk pemula brapa biaya yg dperlukan y..?

  8. tolong alamatnya dimana yah?? karena saya ingin membeli dalam jumlah yang lumayan.. tolong balas ke email saya.. terima kasih..

  9. saya tunggu pelaksanaan niat baik dr bu rita sesuai dengan kesanggupan yg telah bu rita buat mengenai kompensasi pembelian 3bh curug gentong ke yogyakarta @200rb rupiah, yang ternyata kondisi ketiganya rembes, 1bh lampunya mati, 1 bh retak memanjang kebawah. saya sudah berkali2 mengingatkan dan berkali2 pula bu rita ngomong akan segera menyelesaikan masalah ini,namun smp sekarang sudah hampir sebulan berlalu,blm ada sepeserpun kompensasi yg saya terima,bahkan sms sy hari jumat tgl 23 april kemarin yg memberitahu klo blm ada transferan dr bu rita (sehari sebelumnya bu rita memberitahu klo karyawannya sudah tranfer) tidak dibalas oleh ibu rita. sungguh sangat disayangnkan,produk inovatif yg sudah punya nama ini ternyata kualitasnya mengecewakan.

  10. bu, saya mau pesan satu. saya minat skali dgn crug gentong ini.
    alamatnya tlong krm k email, trus cbang yg d bgor udah ada blm? Makash

  11. Bu….saya minat sekali dengan curug gentong yg pernah saya liat dari media TV. Tp sy tggl diNunukan Kaltim pdhl ingin belajar smbl ngembangkan usaha disini. Bgmn carax agar kita bs bkerja sama dalam pemasaran ditmp tggl saya.

  12. bu, saya tertarik u/ ikut bisnis di gentong curug ini, gmn klo saya jual, dan nanti aku ambil dari ibu. tolong kirim gambar dan harga net yang bisa saya pasarkan.
    kabar baiknya saya tunggu.

  13. bu apa saja yg di perlukan dlm membuat curug gentong,dan bagaimana langkah2 awal membuatnya? krna saya pengen sekali bljr mmbuat curug gentong.trims

  14. berapa harga 1 buah gentong air terjun yang bu rita jual??? sy penen membelinya,apa bisa di pesan antar…?

  15. dari kecil aku dah suka yg namanya kerajinan,apalagi yg bisa menghasilkan uang.dgn adanya info krajinan curug gentong,,,saya sangat tertarik untuk bisa membuatnya.tolong kasi tau caranya!untuk belajar,saya mesti datang kemana????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s