Indonesia Rentan Dampak Perubahan Iklim

26 Apr

Para ahli memperkirakan, pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim akan berdampak pada rusaknya berbagai ekosistem darat maupun laut. Lebih ekstrem lagi, diperkirakan akibat pemanasan global, pulau-pulau di Pasifik akan tenggelam! Bagaimana dengan Indonesia yang notabene merupakan negara kepulauan?

Meski tidak sampai menenggelamkan pulau, dampak pemanasan global dan perubahan iklim telah terlihat di sebagian besar kawasan di Indonesia, terutama area pesisir. Hal ini disampaikan oleh beberapa peneliti dari Yayasan Pelangi Indonesia saat ditemui Desember 2006 lalu.

Menurut Chrisandini, salah seorang peneliti dari Pelangi, pemanasan global dan perubahan iklim bisa saja menyebabkan pulau tenggelam, namun tidak secara langsung. “Bisa saja, terutama untuk pulau-pulau yang kecil,” ujarnya. Menurut Arief Riyanto, rekan Chrisandini, yang paling rentan akan dampak perubahan iklim adalah negara-negara kepulauan seperti Fiji dan Indonesia.

Ia mencontohkan meski di Indonesia belum ada bukti nyata, namun negara-negara kepulauan di pasifik telah mengadakan perjanjian dengan Australia dan Selandia Baru sebagai antisipasi tengelamnya pulau yang mereka huni. “Jika di masa depan pulau mereka tenggelam, penduduknya akan direlokasi ke Australia atau Selandia Baru.”

Tahun 2005 lalu, 100 penduduk pulau Pulau Tegua yang terletak di gugus kepulauan pasifik terpaksa pindah karena pulau yang mereka huni tenggelam. Beberapa Ilmuwan yang tergabung dalam UNEP mengatakan bahwa hal ini diperkirakan terjadi karena kenaikan air laut dan badai yang disebabkan oleh pemanasan global.

Kerusakan ekosistem lainnya yang diperkirakan terjadi akibat pemanasan global adalah pemutihan terumbu karang. Saat tekanan yang dialami komunitas terumbu karang meningkat, organisme yang hidup di terumbu karang menghilang. Akibatnya, terumbu karang memutih (bleaching). Hal ini akan berdampak serius bagi kelestarian terumbu karang dan kehidupan biota laut serta masyarakat pesisir.

Menurut Ii Rosma Tarmidji, peneliti dari Pelangi, lebih dari 50 persen sektor perekonomian di Indonesia bertumpu pada area pesisir. “Kota-kota besar rata-rata di daerah pesisir, jadi kebayang dampak 20 tahun kedepan terhadap kota-kota itu. Bukan hanya hilangnya pulau, perikanan dan koral serta hutan bakau juga terkait.”

Orang Miskin Paling Rentan
Selain dampaknya terhadap lingkungan, pemanasan global dan perubahan iklim juga memberikan dampak serius pada kehidupan sosial dan budaya, terutama bagi masyarakat miskin. Hal ini disetujui oleh Chrisandini. “Dia (masyakat miskin) gak punya sumber daya untuk lakukan tindakan adaptasi. Apalagi untuk masyarakat yang tergantung alam seperti petani. Kalau musim berubah yang paling kena mereka. Tingkat adaptasinya paling lemah.”

Masyarakat nelayan yang tingal di daerah pantai rata-rata masyarakat yang miskin. Mereka tergantung pada hasil tangkapan ikan. Menurut Ii, akibat pemutihan terumbu karang, ikan-ikan banyak yang menjauh sehingga nelayan perlu melaut lebih jauh untuk mendapatkan ikan. Hal ini tentunya semakin menyulitkan mereka.

Arif menambahkan, “Kalau dulu misalnya dia tidak perlu berperahu terlalu jauh, dulu cukup sekitarnya, sekarang dia harus ke pulau lain. Kayak yang di Banyuwangi, dulu dia cukup ke daerah itu saja. Sekarang dia bahkan sampai harus ke yang ditimur, sampai ke Nusa Tenggara, Bali. Mereka merasa tangkapan mereka sudah berkurang aja.”

Maka, meski dampak yang dirasakan tidak bisa diketahui secara langsung, menurut Ii, tindakan yang paling tepat dalam menyikapi perubahan iklim adalah precautionary principal (prinsip kehati-hatian). “Jadi daripada memperdebatkan apakah suatu kerusakan dan perubahan akibat perubahan iklim atau bukan, jika berdasarkan studi perubahan iklim itu sudah ada dan efeknya diperkirakan cukup mengkhwatirkan, mengapa kita tidak menyiapkan diri saja?” ujarnya.

5 Responses to “Indonesia Rentan Dampak Perubahan Iklim”

  1. wandy January 7, 2008 at 8:09 am #

    Blog yang bagus..
    thanks informasinya

  2. Yura February 11, 2008 at 11:37 pm #

    Blog ini bantu Q yg lg cr data.
    Thx yaaa…
    :) )

  3. dominggus a mampioper April 25, 2008 at 9:28 pm #

    Singapura adalah sebuah pulau kecil yang hanya menanam pohon, membeli air dan membeli tanah untuk membuat daratan. Ironinya negara kepulauan terbesar di dunia hanya bisa mengganti hutan jadi sawit dan jual tanah ke singapura.
    Kini areal konservasi pun mulai ditambang dan digali serta mungkin pula dilubangi.
    Lihatlah pengalaman Pulau Bangka penghasil timah, yang tersisa hanya bongkahan tanah tak terurus.
    Terkadang saya berpikir apa jadinya setelah Freeport angkat kaki dari Papua pasca tambang. Walau mereka ngaku tak akan ada yang namanya gost town di Grassberg and Ertsberg areal tambang Freeport.

  4. achmad sidiq August 1, 2009 at 11:57 am #

    matur suwun njeh…..
    blog e mbantu dalem pados bahan kangge nggarap tgas…..he3x

  5. yusup December 23, 2009 at 7:40 am #

    bisa nda bantu saya carikan saya tugas tentang perubahan iklim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 84 other followers